logo
gambar

FPIK UM Kendari Gelar Kuliah Perdana, Bahas Peluang Bisnis Pengalengan Ikan di Era Modern

Pendidikan

2 Maret 2026

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar Kuliah Perdana bertema “Sea-Preneurship: Bisnis Pengalengan Ikan sebagai Peluang Wirausaha Masa Depan” pada Senin, 02 Maret 2026 di Ruang Teleconference Gedung E. Kegiatan ini menghadirkan Hj. Dewi Sahnita, S.Pi., M.Si, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai narasumber utama.


Dalam pemaparannya, Hj. Dewi Sahnita menjelaskan bahwa produk ikan kaleng memiliki keunggulan strategis, terutama dalam kondisi darurat atau masa genting. Produk ini dinilai lebih tahan lama, praktis, serta mudah didistribusikan sehingga sangat membantu dalam situasi krisis maupun kebutuhan logistik skala besar.


Beliau juga menekankan pentingnya aspek kehigienisan dalam proses produksi. Industri pengalengan ikan harus menerapkan standar sanitasi dan pengolahan yang ketat mulai dari penerimaan bahan baku, proses pre-cooking, pembersihan, pengisian kaleng, hingga sterilisasi. Tahapan pemasakan awal (pre-cooking) dilakukan pada suhu sekitar 100–105°C untuk mempermudah pemisahan daging dari tulang dan kulit, sekaligus meningkatkan kualitas produk sebelum dikemas.


Selain itu, keunggulan kemasan kaleng juga menjadi poin penting. Kemasan kaleng dinilai mampu menjaga mutu produk dalam jangka waktu lama karena kedap udara dan tahan terhadap kontaminasi eksternal. Namun demikian, konsumen tetap diimbau untuk teliti saat membeli produk ikan kaleng, dengan memperhatikan kondisi fisik kemasan (tidak penyok atau menggembung), label komposisi, serta tanggal kedaluwarsa.


Tak hanya membahas aspek teknis dan peluang bisnis, narasumber juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa perikanan. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam dunia kerja, terutama di industri perikanan yang memiliki jejaring global. Kemampuan bahasa asing akan membuka peluang lebih luas dalam mengakses teknologi, literatur ilmiah, hingga kesempatan kerja di perusahaan nasional maupun internasional.


Kuliah perdana ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa berbasis potensi kelautan dan perikanan. Melalui pemahaman proses produksi yang benar, jaminan mutu, serta kesiapan kompetensi diri, mahasiswa FPIK UM Kendari diharapkan dapat menjadi sea-preneur yang inovatif dan berdaya saing.